Indramayu — Umat Muslim di lingkungan Mahad Al-Zaytun melaksanakan Shalat Idul Fitri 1447 Hijriah dengan khidmat di Masjid Rahmatan Lil ‘Alamin pada Sabtu (21/3/2026). Pelaksanaan shalat Ied berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dan semangat persaudaraan, diikuti oleh ribuan jamaah dari eksponen, dosen, guru, santri, mahasiswa, tenaga pendidik, karyawan, wali santri, serta masyarakat sekitar.
Bertindak sebagai imam sekaligus khotib adalah Rektor IAI Al-Zaytun Indonesia (IAI AL-AZIS), Datuk Sir Imam Prawoto, KRSS., M.B.A., C.R.B.C. Dalam khutbahnya, khotib mengangkat tema besar “Memperteguh Sistem Nilai Kebersamaan dan Ta’awuniyyah demi Menyukseskan Novum Gradum” sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia modern abad ke-21 menuju 100 tahun kemerdekaan.

Rektor IAI AL-AZIS menyampaikan khutbah Idul Fitri 1447 H
Dalam pesan khutbahnya, khotib menegaskan bahwa Idul Fitri bukan hanya dimaknai sebagai kembalinya manusia kepada fitrah, tetapi juga sebagai momentum memperkuat komitmen hidup yang lebih baik, berintegritas, dan bertanggung jawab dalam kehidupan bersama. Ia menjelaskan bahwa makna “fitri” secara bahasa merujuk pada kondisi berbuka atau kembali pada aktivitas normal setelah Ramadhan, sementara “fitrah” lebih luas sebagai arah hidup yang lurus dan kesadaran moral manusia.
Lebih lanjut, khotib menekankan pentingnya membangun sistem nilai kebersamaan (nahniyyah) dan sikap tolong-menolong (ta’awuniyyah) sebagai fondasi utama dalam membangun peradaban. Menurutnya, tanpa kedua nilai tersebut, kehidupan sosial akan mudah terjerumus ke dalam konflik dan perpecahan. Ia juga mengajak seluruh elemen untuk berpartisipasi aktif dalam pembangunan institusi pendidikan dan peradaban melalui kontribusi nyata, baik dalam bentuk pemikiran maupun tindakan.

Rektor, pejabat, dosen, tenaga kependidikan IAI AL-AZIS foto bersama usai pelaksanaan sholat ied
Dalam khutbahnya, khotib turut menyinggung kondisi global yang tengah diliputi ketegangan geopolitik, khususnya konflik di Timur Tengah. Ia mengajak jamaah untuk mendoakan perdamaian dunia serta menegaskan bahwa bangsa Indonesia harus tetap berpegang pada prinsip kemanusiaan dan keadilan sebagaimana diamanatkan dalam konstitusi.
Selain itu, konsep Novum Gradum sebagai gagasan transformasi pendidikan berasrama juga menjadi sorotan. Khotib menyampaikan bahwa keberhasilan program tersebut membutuhkan kesiapan seluruh elemen, mulai dari tingkat bawah hingga pimpinan, tidak hanya secara administratif tetapi juga budaya dan sistem kerja yang terintegrasi.
Momentum Idul Fitri di Mahad Al-Zaytun tahun ini tidak hanya menjadi perayaan spiritual, tetapi juga refleksi untuk memperkuat nilai kebersamaan, kontribusi, dan komitmen dalam membangun masa depan bangsa yang lebih maju dan beradab. Redaksi



Posting Komentar untuk "Pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1447 H di Ma'had Al-Zaytun: Kuatkan Nilai Kebersamaan dan Ta’awuniyyah"