Ramadan di Kampus IAI AL-AZIS: Antara Perkuliahan, Kreativitas, dan Kepedulian Sosial


Indramayu - Setelah libur semester ganjil, semangat perkuliahan kembali terasa di lingkungan kampus Institut Agama Islam Al-Zaytun Indonesia (IAI AL-AZIS). Semester genap tahun akademik 2025/2026 ini dimulai pada Februari 2026. Menariknya, awal perkuliahan semester genap tahun ini bertepatan dengan datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Meski harus menjalani aktivitas akademik sambil berpuasa, para mahasiswa tetap menunjukkan semangat yang tinggi dalam mengikuti berbagai kegiatan kampus.

Suasana pagi di area kampus terasa hidup. Diiringi nyanyian burung yang rang gembira menyambut pagi, mahasiswa dengat semangat menggapai mimpi bergegas menuju Gedung perkuliahan Jenderal Besar H. Muhammad Suharto atau sering disingkat HMS. Didalam Gedung senidi mahasiswa berlalu-lalang menuju ruang kelas, sebagian membawa buku, sebagian lagi berdiskusi ringan sebelum perkuliahan dimulai. Di tengah ritme aktivitas tersebut, semangat belajar tampak tidak surut meski tubuh sedang menahan lapar dan dahaga.

Satu diantara mahasiswa yang merasakan dinamika itu adalah Muhammad Usuluddin, mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Fakultas Tarbiyah. Pemuda asal Jambi ini dikenal aktif dan penuh energi. Selain fokus pada perkuliahan, Zul - begitu ia biasa dipanggil - juga memiliki kecintaan besar terhadap dunia olah raga pencak silat. Baginya Ramadhan justru jadi motivasi tambahan untuk tetap produktif.

“Di IAI AL-AZIS kami tidak hanya belajar dikelas, kami juga membangun karakter, kedisiplinan, dan keberanian,” ujarnya sambil tersenyum.

Suasana perkuliahan semester genap yang bersamaan dengan pelaksanaan shaum Ramadhan 1447 H

Di sela jadwal kuliah, Zul juga terlibat dalam proses shooting sebagai talent untuk pembuatan konten promosi Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pencak Silat IAI AL-AZIS. Aktivitas tersebut menuntutnya membagi waktu dengan baik antara latihan, pengambilan gambar, dan kegiatan akademik.

Meski jadwalnya padat, Zul tetap berusaha mengikuti perkuliahan dengan serius. Salah satu mata kuliah yang tengah ia pelajari semester ini adalah Inovasi Bisnis Pendidikan yang diampu dosen Datuk Sir Imam Prawoto, KRSS., M.B.A., C.R.B.C. Bagi Zul, ilmu tersebut penting untuk memahami bagaimana dunia pendidikan dapat berkembang secara profesional dan berkelanjutan.

Di sudut lain, semangat serupa juga terlihat dari Mutiara, mahasiswa Program Studi Hukum Ekonomi Syariah. Mahasiswi yang sering disapa Uty, yang memiliki hobi fotografi ini baru saja menyelesaikan program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Pengalaman turun langsung ke masyarakat membuatnya semakin termotivasi untuk melanjutkan perkuliahan dengan perspektif yang lebih luas.

“Setelah KKN, rasanya banyak hal baru yang ingin dipelajari di kelas,” ungkapnya.

Hobi fotografi yang ia tekuni juga sering membawanya mengabadikan berbagai momen kehidupan kampus, mulai dari kegiatan akademik hingga aktivitas mahasiswa.

Sementara itu, Tiara, mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah, juga menjalani Ramadhan yang penuh aktivitas. Sama seperti Mutiara, ia juga gemar fotografi dan dokumentasi visual.

Mahasiswa IAI AL-AZIS membagikan paket Bakti Ramadhan (Zakat Fitrah) kepada mustahik di sekitar kampus

Di bulan suci ini, Tiara tidak hanya mengikuti perkuliahan, tetapi juga terjun langsung meliput kegiatan sosial. Satu diantara kegiatan yang ia dokumentasikan adalah pembagian zakat fitrah, yang di Kampus Al-Zaytun diistilahkan Bakti Ramadhan. Ia bersama para mahsiswa IAI AL-AZIS lainnya menjadi panitia pembagian Bakti Ramadhan kepada para mustahik di sekitar kampus.

Menurutnya, pengalaman tersebut memberikan pembelajaran berharga tentang makna kepedulian sosial.

“Meliput kegiatan Bakti Ramadhan membuat saya merasa lebih dekat dengan realitas masyarakat. Ini juga bagian dari praktik ilmu komunikasi yang saya pelajari,” katanya.

Kisah Zul, Mutiara, dan Tiara menggambarkan wajah mahasiswa IAI AL-AZIS yang tetap bersemangat menjalani aktivitas akademik di tengah ibadah puasa. Ramadhan bukan menjadi penghalang, melainkan justru menjadi ruang untuk menumbuhkan kedisiplinan, empati, serta semangat berkarya.

Di kampus ini, perkuliahan, aktivitas organisasi, dan kegiatan sosial berjalan berdampingan—menciptakan pengalaman belajar yang tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga dalam kehidupan nyata. Redaksi

Posting Komentar untuk "Ramadan di Kampus IAI AL-AZIS: Antara Perkuliahan, Kreativitas, dan Kepedulian Sosial"