Perjalanan IAI AL-AZIS Terhenti di Delapan Besar, Bawa Pulang Pengalaman Berharga


Indramayu, 4 Oktober 2026
— Hari kedua sekaligus hari terakhir Kompetisi Bola Voli dalam rangka HUT TNI ke-81 di Desa Cikedung Lor, Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu, berlangsung padat dan penuh persaingan. Sebanyak tujuh pertandingan digelar dalam satu hari, terdiri atas empat laga babak delapan besar, dua pertandingan semifinal, dan satu partai final.

Setelah sehari sebelumnya meraih kemenangan atas Jery and Friend dengan dua set langsung, Tim Bola Voli Institut Agama Islam Al-Zaytun Indonesia (IAI AL-AZIS) kembali turun ke lapangan pada Minggu, 4 Oktober 2026. IAI AL-AZIS tampil pada sesi kedua babak delapan besar dengan menghadapi SBM Rumput Laut.

Sebelum laga IAI AL-AZIS dimulai, pertandingan sesi pertama mempertemukan Baim Putra dengan Sayan Family. Baim Putra sebelumnya berhasil mengalahkan Wisanggeni pada babak penyisihan, sementara Saryan Family melaju setelah mengalahkan Smanester.

Pada pertandingan ketiga, Yon 337 Cirebon berhadapan dengan SDK Losarang. Yon 337 Cirebon sebelumnya berhasil mengalahkan Tim Loyang, sedangkan SDK Losarang memperoleh keuntungan bye dan langsung melaju ke babak delapan besar.

Pertandingan keempat mempertemukan Pemdes Pranggon dengan BTS Indramayu. Pemdes Pranggon sebelumnya berhasil mengalahkan Yon 338 Majalengka, sedangkan BTS Indramayu yang mendapat bye pada babak sebelumnya.

 

Semangat Tim AL-AZIS Belum Berakhir

Menghadapi SBM Rumput Laut, Hafidz Dinillah dan kawan-kawan harus mengakui keunggulan lawan. Permainan apik yang diperagakan SBM Rumput Laut membuat IAI AL-AZIS kesulitan mengembangkan permainan secara maksimal.

IAI AL-AZIS akhirnya harus mengakhiri langkahnya di babak delapan besar setelah kalah dalam dua set langsung, dengan skor 25–7 dan 25–16.

Meski belum mampu melangkah lebih jauh, pertandingan tersebut menjadi pengalaman penting bagi tim IAI AL-AZIS, terutama karena kompetisi ini berlangsung di luar kandang dan mempertemukan mereka dengan tim-tim yang memiliki karakter permainan berbeda.

Pelatih IAI AL-AZIS, Coach Erik Nugraha, S.Pd., Gr., menyampaikan bahwa hasil pertandingan kali ini menjadi bahan evaluasi bagi tim untuk terus meningkatkan kualitas permainan.

“Hari ini kita belum berkesempatan juara, latihan harus ditingkatkan dan kita berlatih variasi serangan,” ujar Coach Erik Hendry Nugraha, S.Pd., Gr.

Pernyataan tersebut menjadi penanda bahwa perjalanan tim tidak berhenti pada hasil pertandingan kali ini. Kekalahan menjadi bagian dari proses untuk mengenali kekuatan dan kekurangan tim, sekaligus memperbaiki pola latihan dan strategi permainan.

Keikutsertaan IAI AL-AZIS dalam kompetisi HUT TNI ke-81 pun menjadi pengalaman berharga bagi para pemain. Pelajaran tentang kekompakan, mental bertanding, sportivitas, serta pentingnya variasi serangan dalam menghadapi lawan dengan kualitas permainan yang berbeda menjadi modal untuk melangkah lebih baik lagi.

Posting Komentar untuk "Perjalanan IAI AL-AZIS Terhenti di Delapan Besar, Bawa Pulang Pengalaman Berharga"