Indramayu - Institut Agama Islam Al-Zaytun Indonesia (IAI AL-AZIS) menyelenggarakan kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) bagi mahasiswa Angkatan XIII Tahun 2025 pada Rabu, 27 Agustus 2025, bertempat di Mini Auditorium II Basement Gedung Jenderal Besar HM. Suharto. Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa baru mendapatkan materi bertema “Mini Conservation for the Green Sustainability” yang disusun oleh Rektor IAI AL-AZIS, Dr. (Cand.) Datuk Sir Imam Prawoto, KRSS., M.B.A., C.R.B.C., dan disampaikan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Dr. (Cand.) Fitri Rachmiati Sunarya, M.B.A.
Materi tersebut menekankan pentingnya membangun kesadaran lingkungan melalui langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten di lingkungan kampus. Konsep mini conservation dipahami sebagai upaya konservasi skala kecil yang apabila dilakukan bersama-sama akan memberikan dampak besar terhadap keberlangsungan lingkungan hijau. Dalam paparannya dijelaskan bahwa green campus merupakan kampus berwawasan lingkungan yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan lingkungan ke dalam kebijakan, manajemen, dan pelaksanaan tridharma perguruan tinggi.
![]() |
| Mahasiswa baru mengikuti PBAK |
Selain itu, konsep kampus hijau juga dimaknai sebagai komunitas pendidikan tinggi yang mampu mengelola penggunaan lahan dan sumber daya secara optimal, meningkatkan efisiensi energi, menjaga kualitas lingkungan, menciptakan lingkungan belajar yang sehat, serta menerapkan prinsip daur ulang dan penggunaan energi terbarukan. Melalui pendekatan tersebut, IAI AL-AZIS berupaya menjadikan kampus tidak hanya sebagai pusat pendidikan, tetapi juga sebagai ruang praktik nyata dalam pelestarian lingkungan hidup.
Mahasiswa baru juga diajak memahami berbagai tantangan lingkungan global yang saat ini dihadapi dunia, seperti pemanasan global, polusi, eksploitasi sumber daya alam, berkurangnya ruang hijau, hingga hilangnya keanekaragaman hayati. Permasalahan tersebut dinilai membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk generasi muda dan kalangan akademisi. Karena itu, kepedulian terhadap lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau lembaga tertentu, tetapi menjadi tanggung jawab bersama.
Dalam materi tersebut juga dijelaskan keterkaitan gerakan konservasi lingkungan dengan 17 tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) sebagai agenda pembangunan berkelanjutan dunia. Tujuan tersebut meliputi tanpa kemiskinan, tanpa kelaparan, kehidupan sehat dan sejahtera, pendidikan berkualitas, kesetaraan gender, air bersih dan sanitasi layak, energi bersih dan terjangkau, pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, industri, inovasi dan infrastruktur, berkurangnya kesenjangan, kota dan permukiman berkelanjutan, konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, penanganan perubahan iklim, ekosistem lautan, ekosistem daratan, perdamaian, keadilan dan kelembagaan yang tangguh, serta kemitraan untuk mencapai tujuan. Melalui pengenalan SDGs tersebut, mahasiswa diharapkan memiliki pemahaman bahwa isu lingkungan berkaitan erat dengan pembangunan manusia dan keberlangsungan kehidupan global.

17 tujuan Sustainable Development Goals (SDGs)
Dalam penyampaiannya, Wakil Rektor Bidang Akademik menegaskan bahwa semangat konservasi mini sejalan dengan visi IAI AL-AZIS sebagai perguruan tinggi riset internasional berbasis ajaran Ilahi untuk semua, yang menjunjung budaya toleransi dan perdamaian demi terwujudnya masyarakat sehat, cerdas, dan manusiawi. Program Green Campus Initiative yang dijalankan kampus diharapkan mampu menumbuhkan pemahaman serta akuntabilitas mahasiswa dalam menekan dampak pemanasan global melalui aktivitas tridharma perguruan tinggi yang berwawasan lingkungan.
Materi juga menyinggung berbagai langkah implementasi program konservasi mini di lingkungan kampus, mulai dari pembentukan tim relawan konservasi, penghijauan area kampus, kampanye “Satu Mahasiswa Satu Tanaman”, pengembangan kebun vertikal, pengolahan sampah organik melalui composting corner, hingga penguatan program bank sampah dan manajemen sampah terpilah. Program tersebut dirancang sebagai gerakan berkelanjutan yang melibatkan seluruh sivitas akademika.
![]() |
| Mahasiswa aktif bertanya berkaitan materi yang disampaikan |
Selain berbasis pendekatan akademik dan lingkungan, materi konservasi mini juga dikaitkan dengan nilai-nilai keislaman melalui kutipan Q.S. Al-A’raf ayat 56 yang berisi larangan berbuat kerusakan di muka bumi setelah Allah memperbaikinya. Nilai tersebut menjadi pengingat bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari amanah Ilahi yang harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di lingkungan kampus.
Melalui kegiatan PBAK ini, mahasiswa baru diharapkan tidak hanya memahami budaya akademik kampus, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan sejak awal masa perkuliahan. Dengan semangat “From Campus to Earth”, IAI AL-AZIS terus mendorong lahirnya generasi akademisi yang berkarakter, humanis, serta memiliki tanggung jawab terhadap masa depan bumi.
"Mari kita mulai dengan menanam benih kepedulian lingkungan sejak hari pertama di IAI AL-AZIS, demi terwujudnya masyarakat sehat, cerdas, dan manusiawi yang merdeka!" ajaknya.





Posting Komentar untuk "Mini Conservation for the Green Sustainability: IAI AL-AZIS Tanamkan Kepedulian Lingkungan Sejak Hari Pertama Kuliah"