Musyawarah yang dipimpin Rektor IAI AL-AZIS, Datuk Sir Imam Prawoto
KRSS., M.B.A., C.R.B.C., diikuti lebih dari 50 mitra pendidikan dari berbagai
daerah, antara lain Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan
Banten. Pertemuan ini menjadi forum evaluasi sekaligus penajaman strategi
rekrutmen mahasiswa berbasis jejaring dan nilai kelembagaan.
Dalam
arahannya, Rektor menekankan bahwa One Pipe Education System harus
dipahami sebagai sistem terpadu, bukan sekadar konsep normatif. Sistem ini
menuntut kesatuan visi, kesinambungan kebijakan, dan keterlibatan aktif seluruh
pemangku kepentingan.
![]() |
| Rektor IAI AL-AZIS memimpin musyawarah, berdialog dengan para mitra mencari strategi sosialisasi kampus |
“Jika sistem ini tidak diyakini dan dijalankan secara konsisten, maka sistem itu hanya akan menjadi jargon. Pendidikan harus dikelola sebagai satu alur, dari hulu hingga hilir,” ungkap Datuk Sir Imam Prawoto.
Rektor IAI AL-AZIS mendorong pola rekrutmen mahasiswa yang berakar pada
pendekatan sosial-kultural melalui prinsip ta’aruf dan ta’awun. Para mitra
diminta aktif membangun relasi langsung dengan wali murid, alumni, dan
komunitas lokal sebagai bagian dari strategi perluasan basis mahasiswa.
Dalam forum
tersebut, Rektor mengusulkan target penerimaan mahasiswa baru sebanyak 600
orang untuk tahun akademik 2026/2027. Sebagai target realistis, kisaran 300–500
mahasiswa dinilai dapat dicapai dengan konsistensi implementasi sistem dan
kerja kolektif mitra. Capaian ini diharapkan melampaui hasil tahun sebelumnya
yang masih berada di bawah 300 mahasiswa.
![]() |
| Ketua Panitia PMB 2026 menyampaikan laporan program sosialisasi |
Agenda
Pembangunan dan Komitmen Bersama
Rekrutmen
mahasiswa juga diposisikan sebagai bagian dari agenda pembangunan jangka
panjang. Rektor menyinggung keterkaitan antara pengembangan pendidikan tinggi
dengan kebutuhan sumber daya manusia dalam proyek-proyek ekonomi produktif,
termasuk program penanaman 50.000 pohon durian yang sedang dikembangkan.
Di sisi lain,
peningkatan kualitas sumber daya dosen menjadi perhatian serius. Kebutuhan
sertifikasi dosen serta penguatan kualifikasi akademik (S2 dan S3) dinilai
krusial, terutama untuk mendukung pembukaan program studi baru. yang diperkirakan membutuhkan investasi minimal Rp1 miliar per
program studi.
Pada kesempatan tersebut, Ketua Panitia Pelaksana Penerimaan Mahasiswa Baru, Dewi Utami,
S.Pd., M.Pd., melaporkan berbagai aktivitas promosi
dan sosialisasi yang telah dan akan dilakukan. Kegiatan open house, sosialisasi di lingkungan asrama, sinergi dengan
program KKN, hingga kerja sama rekrutmen berbasis wilayah melalui mitra merupakan program-program
dalam rangka rekrutmen mahasiswa baru.
Musyawarah menghasilkan
komitmen bersama untuk menindaklanjuti potensi penerimaan mahasiswa di sejumlah
daerah dengan mekanisme kerja terukur, meliputi penjadwalan sosialisasi,
pelatihan mitra, pemantauan berkala, serta sistem pelaporan bulanan.
Rektor IAI AL-AZIS menilai bahwa
keberhasilan penerimaan mahasiswa bukan semata persoalan angka, melainkan
cerminan keberhasilan institusi dalam membangun sistem pendidikan yang
terintegrasi, berkelanjutan, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. (Redaksi)




Posting Komentar untuk "IAI AL-AZIS Mantapkan One Pipe Education System untuk Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun 2026"