IAI AL-AZIS Mantapkan One Pipe Education System untuk Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun 2026



INDRAMAYU—Institut Agama Islam Al-Zaytun Indonesia (IAI AL-AZIS) melakukan konsolidasi nasional dalam rangka penerimaan mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027. dengan menegaskan implementasi One Pipe Education System sebagai kerangka strategis pendidikan institusional. Konsolidasi tersebut dilakukan melalui musyawarah daring yang digelar Rabu malam (28/1/2025).

Musyawarah yang dipimpin Rektor IAI AL-AZIS, Datuk Sir Imam Prawoto KRSS., M.B.A., C.R.B.C., diikuti lebih dari 50 mitra pendidikan dari berbagai daerah, antara lain Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Banten. Pertemuan ini menjadi forum evaluasi sekaligus penajaman strategi rekrutmen mahasiswa berbasis jejaring dan nilai kelembagaan.

Dalam arahannya, Rektor menekankan bahwa One Pipe Education System harus dipahami sebagai sistem terpadu, bukan sekadar konsep normatif. Sistem ini menuntut kesatuan visi, kesinambungan kebijakan, dan keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan.

Rektor IAI AL-AZIS memimpin musyawarah, berdialog dengan para mitra mencari strategi sosialisasi kampus

“Jika sistem ini tidak diyakini dan dijalankan secara konsisten, maka
sistem itu hanya akan menjadi jargon. Pendidikan harus dikelola sebagai satu alur, dari hulu hingga hilir,” ungkap Datuk Sir Imam Prawoto.

Rektor IAI AL-AZIS mendorong pola rekrutmen mahasiswa yang berakar pada pendekatan sosial-kultural melalui prinsip ta’aruf dan ta’awun. Para mitra diminta aktif membangun relasi langsung dengan wali murid, alumni, dan komunitas lokal sebagai bagian dari strategi perluasan basis mahasiswa.

Dalam forum tersebut, Rektor mengusulkan target penerimaan mahasiswa baru sebanyak 600 orang untuk tahun akademik 2026/2027. Sebagai target realistis, kisaran 300–500 mahasiswa dinilai dapat dicapai dengan konsistensi implementasi sistem dan kerja kolektif mitra. Capaian ini diharapkan melampaui hasil tahun sebelumnya yang masih berada di bawah 300 mahasiswa.

 

Ketua Panitia PMB 2026 menyampaikan laporan program sosialisasi

Agenda Pembangunan dan Komitmen Bersama

Rekrutmen mahasiswa juga diposisikan sebagai bagian dari agenda pembangunan jangka panjang. Rektor menyinggung keterkaitan antara pengembangan pendidikan tinggi dengan kebutuhan sumber daya manusia dalam proyek-proyek ekonomi produktif, termasuk program penanaman 50.000 pohon durian yang sedang dikembangkan.

Di sisi lain, peningkatan kualitas sumber daya dosen menjadi perhatian serius. Kebutuhan sertifikasi dosen serta penguatan kualifikasi akademik (S2 dan S3) dinilai krusial, terutama untuk mendukung pembukaan program studi baru. yang diperkirakan membutuhkan investasi minimal Rp1 miliar per program studi.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Panitia Pelaksana Penerimaan Mahasiswa Baru, Dewi Utami, S.Pd., M.Pd., melaporkan berbagai aktivitas promosi dan sosialisasi yang telah dan akan dilakukan.   Kegiatan open house, sosialisasi di lingkungan asrama, sinergi dengan program KKN, hingga kerja sama rekrutmen berbasis wilayah melalui mitra merupakan program-program dalam rangka rekrutmen mahasiswa baru.

Musyawarah menghasilkan komitmen bersama untuk menindaklanjuti potensi penerimaan mahasiswa di sejumlah daerah dengan mekanisme kerja terukur, meliputi penjadwalan sosialisasi, pelatihan mitra, pemantauan berkala, serta sistem pelaporan bulanan.

Rektor IAI AL-AZIS menilai bahwa keberhasilan penerimaan mahasiswa bukan semata persoalan angka, melainkan cerminan keberhasilan institusi dalam membangun sistem pendidikan yang terintegrasi, berkelanjutan, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. (Redaksi)


Posting Komentar untuk "IAI AL-AZIS Mantapkan One Pipe Education System untuk Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun 2026"