Institut Agama Islam Al-Zaytun Indonesia (IAI AL-AZIS) menyelenggarakan Ujian Akhir Semester (UAS) Ganjil Tahun Akademik 2025/2026 bagi mahasiswanya. Pelaksanaan berlangsung selama empat hari, 5 sampi 8 Januari 2026. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh mahasiswa aktif dari enam program studi yang berada di bawah tiga fakultas.
Pelaksanaan UAS menjadi salah satu agenda akademik penting
untuk mengukur capaian pembelajaran mahasiswa setelah mengikuti proses
perkuliahan selama satu semester. Ujian dilaksanakan secara tertib dan
terjadwal dengan memperhatikan karakteristik masing-masing mata kuliah serta
kompetensi yang ingin dicapai.
Mahasiswa yang mengikuti ujian berasal dari Fakultas Tarbiyah, Fakultas Syariah, dan Fakultas Dakwah. Fakultas Tarbiyah menaungi Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) dan Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA). Fakultas Syariah terdiri atas Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (HES) dan Program Studi Hukum Tatanegara (HTN). Sementara Fakultas Dakwah menaungi Program Studi Manajemen Dakwah serta Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI).
Bentuk ujian yang diterapkan cukup beragam, menyesuaikan
dengan capaian pembelajaran setiap mata kuliah. Jenis ujian meliputi ujian
lisan, ujian tulis atau essay, ujian praktik, hingga penyusunan karya tulis
ilmiah. Keragaman metode ini mencerminkan komitmen IAI Al-Zaytun Indonesia
dalam menekankan keseimbangan antara penguasaan teori, keterampilan praktik,
dan kemampuan analisis mahasiswa.
Di Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), misalnya, mata kuliah Pengantar Studi Keislaman yang diampu oleh Usth. Dr. Siti Ngainur Rohmah, S.Sos.I., M.A., menerapkan ujian lisan. Mahasiswa diminta menyampaikan wawasannya tentang sejarah, peradaban, sosial budaya, perkemabangan ilmu pengetahuan, serta politik Islam.
Metode serupa juga diterapkan pada mata kuliah Bahasa Indonesia yang diampu Usth. Dewi Nopasari, S.Pd., M.Pd. Mahasiswa diajak untuk mempresentasikan tentang karangan ilmiah. Mahasiswa diuji secara lisan untuk mengukur pemahaman konseptual dan kemampuan menjelaskan materi secara sistematis.
Program Studi Manajemen Dakwah, khususnya pada mata kuliah Statistika yang diampu oleh Ust. Dr. M. Nur Kholis AR., S.Si., M.T., mahasiswa diarahkan untuk membuat projek sederhana berupa penelitian. Output dari projek tersebut dibuat laporannya berupa karya ilmiah.
Sementara itu, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab pada mata kuliah Kewirausahaan Sosial Bahasa Arab yang diampu Ust. Dr. Ali Aminullah, M.Pd.I, M.E., diarahkan untuk membangun projek bisnis digital berbasis Bahasa Arab. Ujian ini menuntut mahasiswa untuk mengintegrasikan kemampuan kebahasaan dengan kreativitas dan jiwa kewirausahaan.
Mahasiswa HES dengan mata kuliah Aplikasi Komputer yang diampu Usth. Laely Saudah, S.Pd., M.Pd., diarahkan untuk ujian praktikum. Para mahasiswa digiring untuk membuat projek berbasis digital dalam aplikasi komputer untuk mengukur kemapuan penyerapan ilmu yang sudah diberikan selama perkuliahan.
Berbeda dengan itu, pada mata kuliah Filsafat Dakwah di Program Studi KPI yang diampu oleh Ust. Elang Bakhrudin H., S.Ag., M.A. Ujian dilaksanakan dalam bentuk ujian tulis atau essay untuk menguji pemahaman konseptual dan analisis mahasiswa terhadap fenomena filsafat dakwah.
Adapun mahasiswa semester tujuh lebih banyak diarahkan untuk
mengikuti ujian dalam bentuk penyusunan karya tulis ilmiah. Hal ini dimaksudkan
sebagai bagian dari persiapan akademik dalam menyusun proposal penelitian
maupun skripsi.
Melalui UAS ini, IAI Al-Zaytun Indonesia berharap mahasiswa
tidak hanya mampu memenuhi standar akademik, tetapi juga memiliki kesiapan
intelektual dan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia
profesional.
Posting Komentar untuk "UAS IAI AL-AZIS: Antara Penguasaan Teori, Keterampilan Praktik, dan Kemampuan Analisis"